Selasa, 25 Maret 2014

MEDIUM ACCESS SUBLAYER,LAN,PROTOKOL ALOHA,PRPTOKOL LAN,DAN IEEE 802.XX

                   MEDIUM ACCESS SUBLAYER

  Jaringan dibagi dalam 2 kategori :
- Hubungan point to point
- Hubungan broadcast
  Broadcast channel sering disebut :
- Multi access
- Random Access Channels
MAC : sangat penting bagi LAN
LAN : basis komunikasi LAN umumnya multi access channel
                            LAN
Karakteristik LAN :
1. Garis tengah tidak lebih dari beberapa km
2. Total data rate beberapa Mb/sekon
3. Dipunyai oleh suatu organisasi

MAN : antara WAN dan MAN (Metropolitan Area Network)
- Meliputi seluruh daerah/kota
- Menggunakan teknologi LAN
- Menggunakan kabel TV (CATV) sebagai medium

LAN menarik karena :
- Menghubungkan beberapa komputer lokal
- Dapat dikembangkan secara incremental
- Harga dan performance memadai
- Reliable (error rate 1000 X lebih rendah dari WAN)
- Protokol lebih sederhana dan efisien

                          PROTOKOL ALOHA

Murni (pure)
Berslot (slotted)

ALOHA murni
    Ide dasar :
membiarkan pengguna untuk melakukan transmisi kapan saja bila memiliki data
pengirim akan mengetahui frame yang dikirimkan rusak atau tidak setelah 270 mdetik
No Sense system
Menggunakan sistem contention (persaingan)
Rata-rata frame terkirim per satuan waktu:
S = G e-2G
Jumlah waktu yang diperlukan untuk mentransmisikan frame standard denganpanjang yang tetap = Yaitu
panjang frame dibagi bit rate
Bila S > 1 :
Pengguna menghasilkan frame pada kecepatan yang lebih tinggi dari yang dapat ditangani saluran
Akibatnya
- hampir seluruh frame mengalami tabrakan
- Besar throughput yang layak :O < S < 1
G pada umumnya S
- Pada beban rendah : no collision = G S
Pada beban tinggi = G > S
- ALOHA Berslot (Slotted Aloha)














                   PROTOKOL LAN

        Pada LAN, stasiun melakukan deteksi terhadap Carrier ( transmisi) disebut carrier sense protocol
Presistent dan Non presistent CSMA (Carrier Sense Multiple Access)
     1. Presistent CSMA :
- Bila stasiun mempunyai data untuk dikirim akan dilakukan pendeteksian saluran
- Bila saluran sibuk stasiun menunggu
- Bila saluran kosong mengirim frame
- Bila terjadi tabrakan stasiun menunggu beberapa waktu untuk berusaha mengirim kembali
Disebut 1 presistent karena probability of transmit = 1, yaitu bila saluran kosong
Presistent : selalu mendeteksi adanya saluran sampai saluran benar-benar kosong
       Kemungkinan terjadinya tabrakan
Stasiun mendeteksi saluran kosong padahal mungkin paket yang baru dikirimstasiun lain belum
sampai. Hal ini terjadi karena delay propagasi
Dua stasiun bersama-sama menunggu saluran yang baru dipakai stasiun lain, begitu selesai keduaduanya.




               Standarisasi IEEE 802.11f
Standar 802.11f adalah rekomendasi untuk jalur akses vendor produk yang memungkinkan untuk menjadi lebih kompatibel. Ia menggunakan Inter-Access Point Protocol Roaming, yang memungkinkan pengguna roaming transparan akses beralih dari satu titik ke titik lain sambil bergerak, tidak peduli apa merek jalur akses yang digunakan pada infrastruktur jaringan. Kemampuan ini juga hanya disebut roaming.


Selasa, 18 Maret 2014


  1. Time Division Multiplexing (TDM)
     
         
     Time Division Multiplexing adalah teknik multiplexing dengan cara memberi alokasi waktu pada masing-masing transmisi secara bergiliran
    Teknik TDM biasa digunakan apabila total kapasitas transmisi melebihi kapasitas medium, yang biasa disebut baseband medium (jalur sempit).
    Karena kapasitas medium terbatas maka setiap piranti yang berkomunikasi mendapat slot-waktu untuk mengirim data.  

    a.       Kelebihan (TDM)
    untuk kapasitas yang tidak digunakan, hal ini mengakibatkan TDM cukup mahal. System TDM tidak memerlukan filter-filter yang m nal system ini lebih murah. Kabel yang mempunyai spesifikasi rendah, misalnya kabel yang digunakan untuk frekuensi pembicara (VF) masih dapat digunakan untuk sistem TDM, karena regeneratife repeating dapat menghilangkan pengaruh buruk dari noise, kecacatan dan crasstalk. Perubahan level (level fluctuation) kanal hanya dipengaruhi oleh karakteristik peralatan terminal itu sendiri dan tidak tergantung sama sekali dari perubahan saluran. Oleh karena itu net-loss circuit yang diberikan oleh sistem ini rendah.ahal,dan jumlah filter yang digunakan lebih sedikit. Karena itu harga peralatan terminal

    b.       Kekurangan (TDM) bandwidth yang dialokasikan ke sejumlah koneksi hanya dialokasikan ke koneksi tersebut, baik yang sedang digunakan maupun tidak. Jadi kita tetap membayar



    Code Division Multiplexing (CDM

    Code Division Multiplexing adalah penggabungan beberapa saluran menjadi satu saluran dengan membagi kode tertentu. Code Division Multiplex juga dikenal sebagai kode akses beberapa divisi. Sebuah teknik canggih yang memungkinkan beberapa perangkat untuk mengirimkan data pada frekuensi yang sama dan pada saat yang bersamaan.
           Kelebihan (CDM) Kapasitas besar, terukur Dapat berkomunikasi dalam waktu yang sama, tetapi kodenya berbeda-beda.

Selasa, 11 Maret 2014



A.               pengertian Multiplexing

 
           Multiplexing adalah suatu teknik menggabungkan beberapa sinyal secara bersamaan pada suatu saluran transmisi., pemisahan gabungan sinyal tersebut sesuai dengan tujuan masing-masing disebut Demultiplexing. Dalam multiplexing, perangkat yang multiplexing disebut Multiplexer atau disebut juga Transceiver/Mux. Receiver atau perangkat yang melakukan Demultiplexing disebut dengan Demultiplexer atau disebut juga dengan istilah Demux. Multiplexer mengkombinasikan (me-multiplex) data dari n input dan mentransmisi melalui kapasitas data link yang tinggi. Demultiplexer menerima aliran data yang di-multiplex (pemisahan (demultiplex) dari data tersebut tergantung pada saluran) dan mengirimnya ke line output yang diminta.

B.       Jenis-Jenis Multiplexing

1. Frequency Division Multiplexing (FDM)
2. Time Division Multiplexing (TDM)
3. Statistical Time Division Multiplexing (STDM)


Frequency Division Multiplexing (FDM)

Frequency Division Multiplexing (FDM) adalah teknik menggabungkan banyak saluran input menjadi sebuah saluran output berdasarkan frekuensi. Jadi total bandwith dari keseluruhan saluran dibagi menjadi sub-sub saluran oleh frekuensi. Tiap sinyal modulasi memerlukan bandwidth center tertentu disekitar frekuensi carriernya, dinyatakan sebagai suatu saluran (channel). Sinyal input baik analog maupun digital akan ditransmisikan melalui medium dengan sinyal analog.



1.Peralatan Terminal (Terminal Equipment) Peralatan terminal terdiri dari bagian yang mengirimkan sinyal frekuensi ke repeater dan bagian penerima yang menerima sinyal tersebut dan mengubahnya kembali menjadi frekuensi semula.

2.Peralatan Penguat Ulang (Repeater Equipment) Repeater equipment terdiri dari penguat (amplifier) dan equalizer yang fungsinya masing-masing untuk mengkompensir redaman dan kecacatan redaman (attenuation distortion), sewaktu transmisi melewati saluran melewati saluran antara kedua repeater masing-masing.



C.     Kelebihan & Kekurangan FDM

Kelebihan

                   FDM tidak sensitif terhadap perambatan /perkembangan keterlambatan. Tehnik persamaan saluran (channel equalization) yang diperlukan untuk sistem FDM tidak sekompleks seperti yang digunakan pada sistem TDM.

Kekurangan
                Adanya kebutuhan untuk memfilter bandpass, yang harganya relatif mahal dan rumit untuk dibangun (penggunaan filter tersebut biasanya digunakan dalam transmitter dan receiver)
 Penguat tenaga (power amplifier) di transmitter yang digunakan memiliki karakteristik nonlinear (penguat linear lebih komplek untuk dibuat), dan amplifikasi nonlinear mengarah kepada pembuatan komponen spektral out-of-band yang dapat mengganggu saluran FDM yang lain.